judul

INQUIRY OPERATION >> YOUR SECOND HOME TO GET YOUR SUCCESS<<

Thursday, November 28, 2019

Joseph Louis Gay Lussac


Joseph Louis Gay Lussac 
Sumber: Wikipedia


Gay Lussac merupakan kimiawan dan fisikawan asal Prancis. Ia dilahirkan di St Leonard dari Noblac, di bagian Haute-Vienne pada tanggal 6 Desember 1778. Ia terkenal untuk 2 hukum yang berkenaan pada gas. Berikut ini hasil pencapaiannya dalam bidang kimia:

  • 1802 – Gay-Lussac pertama kali merumuskan Hukum Gay-Lussac, yang menyatakan bahwa jika massa dan volume dari sebuah gas dipertahankan konstan, maka tekanan gas akan meningkat beriringan dengan meningkatnya suhu. Hukum ini sering ditulis P = k T, dimana k adalah sebuah konstanta yang bergantung pada massa dan volume dari gas tersebut dan T adalah suhu gas tersebut.
  • 1804 – Gay-Lussac dan Jean-Baptiste Biot menerbangkan balon udara ke ketinggian 7016 meter (23018 ft) untuk mengadakan investigasi pada atmosfer bumi. Ia ingin mengumpulkan sampel udara di ketinggian yang berbeda-beda untuk mengetahui perbedaan suhu dan kelembapannya.
  • 1805 – Bersama dengan temannya, Alexander von Humboldt, ia menemukan bahwa komposisi atmosfer tidak berubah seiring perubahan tekanan (perubahan tinggi). Mereka juga menemukan bahwa air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen
  • 1808 – Ia ikut menemukan unsur boron.
  • 1809 – Hukum ini disebut juga hukum gabungan volum.  Hukum ini menyatakan bahwa: Perbandingan volum antara gas-gas dalam suatu reaksi kimia adalah perbandingan bilangan bulat sederhana. Misalnya perbandingan volum hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari penguraian air adalah 2:1. Hukum ini merupakan salah satu dasar dari stoikiometri gas modern, dan hipotesis Avogadro pada 1811 berasal dari hukum ini.
  • 1810 – Bersama Louis Thenard, ia mengembangkan sebuah metode analisis kuantitatif elemen dengan mengukur CO2 dan O2 yang mengalami reaksi dengan kalium klorida.
  • 1811 – Ia mengenali iodin sebagai sebuah elemen baru, dan mendeskripsikan isinya, ia juga yang mengusulkan nama iode.
  • 1824 – Ia mengembangkan "pipette" and "burette", sebagai standar dalam percobaan kimia.



Wednesday, November 27, 2019

Ilmuan Besar Sepanjang Masa

Irving Langmuir

Dikutip dari merdeka.com Irving Langmuir adalah seorang ahli fisika dan kimia berkebangsaan Amerika. Ia terkenal sebagai peneliti kulit atom sekaligus penemu kawat pijar yang menuntunnya ke penemuan tabung vakum tinggi. Langmuir mendapatkan berbagai penghargaan untuk penemuan dan kontribusinya terhadap kemajuan teknologi, seperti John Scott Award, Cannizzaro Prize, Medali Perkin, dan yang paling bergengsi adalah Nobel Kimia yang dianugerahkan kepadanya pada tahun 1932.

Langmuir lahir di Brooklyn pada 31 Januari 1881. Orangtua Langmuir selalu menyuruhnya untuk mengamati alam sekitar dengan teliti dan mencatat hasil pengamatan tersebut. Pada usia 11 tahun, diketahui bahwa ia memiliki daya penglihatan yang kurang baik. Setelah kondisi tersebut membaik, ketertarikan Langmuir tentang ilmu alam semakin besar. Ketertarikan ini tidak lepas dari pengaruh kakaknya, Arthur, yang merupakan seorang ahli kimia. Arthur menasihati Irving agar selalu memupuk rasa ingin tahunya tentang alam dan bagaimana cara kerjanya.

Langmuir belajar ilmu metal di Sekolah Pertambangan Universitas Columbia dengan gelar Bachelor of Science bidang teknik metalurjik pada tahun 1903. Ia mendapatkan gelar Ph.D. dari Universitas Gottingen, Jerman, dengan meneliti lampu elektrik temuan pembimbing akademiknya, Walther Nernst. Judul disertasi yang disusunnya adalah “On the Partial Recombination of Dissolved Gases During Cooling”. Lulus dari Gottingen, Langmuir mengajar di Stevens Institute of Technology di New Jersey sebelum akhirnya memulai karir di laboratorium riset General Electric, New York. Penelitian yang ia lakukan di laboratorium tersebut merupakan kelanjutan dari penelitian disertasi yang ia lakukan sebelumnya. Penelitian tersebut semakin disempurnakan dengan pompa difusi yang berhubungan dengan tabung vakum tinggi, temuan Langmuir selanjutnya.

Sedangkan di sadur dari Wikipedia berbahasa Indonesia, ilmuan ini Pekerjaan pertamanya ialah memecahkan masalah yang dihadapi sekaitan dengan bola lampu filamen tungsten baru. Langmuir berkonsentrasi pada prinsip dasar di mana lampu bekerja, meneliti reaksi kimia yang dikatalisis oleh filamen tungsten panas. Ia mengusulkan mengisi bola lampu dengan gas nitrogen (dan kemudian gas argon) dan memilin filamen itu menjadi bentuk spiral untuk menghambat penguapan tungsten.

Minatnya dalam asas itu melibatkannya dalam teori ikatan kimia dalam masalah elektron, dan ia menguraikan gagasan-gagasan yang pertama kali dikemukakan oleh Gilbert Lewis. Langmuir mengajukan bahwa oktet bisa diisi dengan pasangan antara 2 atom yang berikatan ikatan "kovalen". Studinya pada kimia permukaan yaitu studi gaya kimiawi pada permukaan kontak (antarpermukaan) antara zat-zat yang berbeda, di mana begitu banyak reaksi biologis dan membuatnyaa memenangkan Penghargaan Nobel dalam bidang Kimia pada 1932.

Penemuan yang lainnya adalah Langmuir mengembangkan konsep baru adsorpsi, yang tiap molekul menabrak permukaan dalam kontak dengannya sebelum menguap, kemudian membentuk monolayer konsep ini berkebalikan dengan teori sebelumnya yang menyerupai adsorpsi pada penarikan bumi dari gas-gas di atmosfer, di mana tarikan itu berkurang seiring dengan menjauhnya gas-gas itu dari bumi. Ia mengembangkan banyak teknik eksperimental, termasuk penggunaan meluas tabung vakum untuk mempelajari antarpermukaan padat-cair dan film minyak untuk mempelajari antarpermukaan cair-cair.